Rabu, 23 Februari 2011

TRAUMA EKSTREMITAS

Trauma ekstremitas jarang menimbulkan kematian pada penderita trauma, sehingga tidak mengherankan bila pembentukan dan pemeliharaan jalan pernapasan yang memuaskan, Ventilasi yang tepat serta Pengendalian dan Pendarahan, Pemulihan pendarahan bias mendahului Penatalaksanaannya. Perlu diingat bahwa akibat trauma ekstrimitas dapat memperberat masalah yang mengancam nyawaini. 

Nyeri yang menyertai trauma Ekstremitas bias menyokong Pasien, Ekstremitas dapat merupakan tempat kehilangan cairan. Membahas masalah trauma Ekstremitas tidak terlepas dengan hubungannya kulit, dimana kulit berfungsi melindungi Tubuh dari trauma dan merupakan benteng pertahanan terhadap bakteri, Virus dan jamur. Kehilangan panas dan penyimpangan panas diatur melalui Vasodilatasi Pembuluh Darah kulit atau sekresi kelenjar keringat 

Setelah kehilangan seluruh Kulit,maka cairan tubuh yang penting akan menguap dan Elektrolit-elektrolit akan hilang dalam beberapa jam saja. Contoh dari keadaan ini adalah Penderita luka bakar.Kulit yang menutupi ke empat ekstremitas meliputi lebih dari 50 persen permukaan tubuh dan bila terbakar, terpotong atau terabrasi, maka ia berpotensi sebagai tempat masuk infeksi. Pengenalan dini dan perhatian yang tepat terhadap luka ini termasuk pemakaian pembalut steril, penggunaan antibiotik dapat mencegah terjadinya infeksi.

Sehingga penting mengenal bahwa terapi tepat bagi ekstremitas yang cedera yang tidak hanya penting bagian tersebut nantinya tetapi bias memainkan peranan besar dalam melangsungkan hidup pasien.
Selengkapnya Download Disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar